Loading...
Monday, 16 Dec 2019

Career-UP

Career Development Center Universitas Pertamina

TENTANG KAMI


VISI

Sebagai pusat pengembangan karir yang memfasilitasi mahasiswa dan lulusan supaya memiliki daya saing yang unggul pada bidang pekerjaan dan bisnis baik pada skala nasional maupun global


MISI


  1. Menyelenggarakan kegiatan kerjasama antara universitas dengan dunia usaha untuk meningkatkan peluang karir dan kewirausahaan.
  2. Menyiapkan kompetensi dan daya saing mahasiswa di dunia kerja terutama yang terkait dengan pengembangan SDM terutama pada softskills.
  3. Mengembangkan kewirausahaan mahasiswa untuk mendukung penciptaan lapangan kerja baru.
  4. Mendorong peran alumni dalam pengembangan berkelanjutan pada peningkatan kualitas lulusan.
  5. Menyelengarakan pengumpulan dan pengolahan data lulusan sebagai dasar evaluasi perkembangan kualitas lulusan



Universitas Pertamina didirikan di Jakarta berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 60/KPT/I/2016 yaitu secara resmi per tanggal 1 Februari 2016. Universitas Pertamina memiliki visi yaitu menjadi Universitas Kelas Dunia (World Class University) di bidang Energi paling lambat tahun 2035, dengan misi antara lain; a. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi yang bermutu, berwawasan global dan inklusif di bidang Bisnis dan Teknologi Energi; b. berperan aktif dalam menjawab tantangan nasional dan global di bidang Bisnis dan Teknologi Energi; c. Berkontribusi pada peradaban dunia melalui pengembangan keilmuan dan penelitian di bidang Bisnis dan Teknologi Energi; dan d. berpartisipasi membangun karakter unggul bangsa melalui budaya akademik yang berbudi luhur, inovatif dan profesional [1].

Melalui Visi dan Misi tersebut dapat terlihat bahwa Universitas Pertamina akan memiliki peran penting terutama sebagai wadah peningkatan sumber daya manusia baik di bidang akademik maupun industri, khususnya pada bidang energi di Indonesia. Mahasiswa sebagai konsumen utama dalam proses bisnis Universitas Pertamina akan menjadi salah satu komponen tolak ukur yang cukup besar dalam pencapaian visi menjadi World Class University. Hal ini dapat terlihat dari kriteria World Class University dari QS (Quacquarelli Symonds). Berdasarkan QS, metodologi dalam membuat ranking World Class University adalah dari empat area yang berpotensi menarik calon mahasiswa yaitu: penelitian, pengajaran, daya saing kerja (employability), dan internasionalisasi. Ranking untuk World University menggunakan 6 indikator untuk menilai empat area tersebut dengan bobot yang berbeda-beda, yaitu:

1. Reputasi akademik 40%;

2. Reputasi pemberi kerja 10%;

3. Rasio dosen dengan mahasiswa 20%;

4. Sitasi tiap fakultas 20%;

5. Rasio mahasiswa asing 5%;

6. Rasio staff internasional 5%;

Secara jelas bidang akademik merupakan komponen terbesar yang di dalamnya terdapat kriteria reputasi akademik dan sitasi. Walaupun ujung tombak bidang akademik ini adalah para dosen, namun mahasiswa juga dapat berperan aktif untuk berkontribusi. Dalam hal daya saing kerja, secara eksplisit masuk ke dalam kategori reputasi pemberi kerja dengan bobot 10% [2], namun tentunya daya saing kerja bagi lulusan mahasiswa akan tergantung pula dengan reputasi dari universitasnya secara keseluruhan. Sehingga dalam hal daya saing kerja, tidak hanya pembekalan di bidang akademik yang perlu dikembangkan di universitas, namun untuk meningkatkan daya saing kerja di perlukan peningkatan softskills dan peluang karir itu sendiri.

Beberapa literatur menyarankan bahwa softskills yang penting untuk di kembangkan adalah komunikasi, cara berpikir yang kritis dan terstruktur, kemampuan bekerja dalam tim, manajemen diri, manajemen waktu, kesadaran akan lingkungan budaya, tanggung jawab, integritas, etika kerja, kemampuan bernegosiasi dan etika sosial [3,4]. Secara akademik tentu saja softskills tersebut dapat dirancang dalam proses belajar mengajar seperti matakuliah khusus, kerja praktek, RBL (research-based learning, presentasi), tugas kelompok dan lain sebagainya. Namun, kesadaran akan softskills-softkill tersebut perlu ditanamkan bahkan di kembangkan secara khusus melalui pelatihan, seminar dan workshop. Pentingnya menyesuaikan kompetensi lulusan dengan apa yang diminta dari pihak pemberi kerja atau perusahaan juga perlu menjadi hal yang penting. Ini terbukti melalui studi dari McKinsey [5], bahwa 42% para pemberi kerja percaya bahwa mahasiswa yang baru lulus siap bekerja, sedangkan 72% institusi pendidikan masih percaya bahwa lulusan mereka sudah siap bekerja ketika mereka lulus. Fungsi yang khusus untuk mempersiapkan lulusan dari sebuah universitas menjadi hal yang penting.

Sebagian besar mahasiswa memiliki tujuan yang kurang lebih sama. Setelah menyelesaikan gelar mereka, umumnya jika tidak melanjutkan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mereka akan mengejar karir baik bekerja di perusahaan maupun dalam kewirausahaan. Sehingga perekrutan calon pekerja merupakan salah satu proses yang penting sebagai jembatan mahasiswa untuk mencapai tujuannya tersebut. Pusat karir secara umum memiliki fungsi tersebut. Namun fungsi ataupun tujuan pusat karir itu sendiri tidak hanya sebatas pengembangan softskills dan peluang karir saja. Pusat karir atau career development center Universitas Pertamina diberi nama Career-UP.